Jumat, 13 Desember 2013

Download Buku-buku Pelajaran Gratis

Bagi yang ingin mendownload buku-buku pelajaran secara gratis, anda bisa mengunjungi website yang disediakan oleh KEMENDIKBUD. Disitu tersedian hingga 1331 buku-buku pelajaran yang bisa di download secara gratis. Tetapi harus mengikutti langkah-langkah yang telah ditentukan agar bisa mendownload buku-buku pelajaran tersebut. Berikut langkah-langkahnya:











  1. Buka website dengan mengklik link berikut ini: http://bse.kemdikbud.go.id/
  2. klik "Daftar" pada halaman web tersebut 
  3.  Setelah itu akan muncul halaman formulir pendaftaran, isi formulir pendaftaran dengan data yang sesuai 
  4. Selanjutnya , jika proses pendaftaran berhasil silahkan log in, dengan mengisi username dan password sesuai dengan pengisian formulir pendaftaran tadi
  5. Setelah berhasil log in kemudian pilih buku pelajaran yang akan di download sesuai dengan tingkat pendikan yang diinginkan
  6. Setelah menemukan buku yang di cari, klik linnk download yang bergambar panah menghadap ke bawah
  7. Kemudian akan muncul halaman download yang dimaksud, klik tulisan download yang berwarna biru. Jika ingin download lengkap [fullbook] klik tulisan download yang paling bawah

    Sekian, semoga bermanfaat

Kamis, 12 Desember 2013

Struktur Kurikulum 2013

Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.
iklan4-gbr1
iklan4-tabel1
iklan4-tabel2
Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.

iklan4-tbl2 Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.
Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013
ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.
Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.
Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.
Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.
Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.

SUMBER: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum-2013-4

Kemdikbud dan BPK Pastikan Penyerapan BSM Capai Seratus Persen Per 15 Desember 2013

Karawang, Jawa Barat --- Penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) saat ini sudah mencapai 96 persen dari total 6 trilyun rupiah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memastikan sebelum tanggal 15 Desember 2013, penyerapan BSM baik di jenjang pendidikan dasar maupun menengah sudah mencapai seratus persen.
"Yang sisanya 4 persen terus berjalan. Insyallah sebelum tanggal 15 semua sudah selesai," ujar Mendikbud M. Nuh saat jumpa pers usai acara Pemantauan dan Penyerahan BSM oleh Kemdikbud dan BPK di Kantor Bupati Karawang, Jawa Barat, (9/11).
Keyakinan Mendikbud tersebut diamini anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil. Rizal mengatakan, kelengkapan database BSM serta kejelasan penerima BSM dan kepastian bank penyalur menjadi faktor utama penyerapan BSM akan capai seratus persen pada 15 Desember mendatang. "Penyerapan BSM ini tanggal 15 (Desember) itu pasti seratus persen. Tidak ada keraguan sedikit pun. Databasenya lengkap," tegasnya di kesempatan yang sama.
Rizal juga memberikan apresiasi kepada Kemdikbud atas pelaksanaan program BSM. Ia mengatakan program BSM merupakan program pemerintah yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan tepat sasaran.
Tepat sasaran, kata Rizal, bisa dilihat saat Mendikbud berdialog dengan siswa penerima BSM di atas panggung, sebelum jumpa pers berlangsung. Saat itu Mendikbud meminta para siswa yang yatim maupun piatu maju ke panggung. Lebih dari 20 siswa perwakilan penerima BSM dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK maju ke panggung dan berdialog dengan Mendikbud.
"Insyaallah penyaluran BSM ini tepat sasaran," ujar Mendikbud.
Mendikbud juga mengatakan, keikutsertaan BPK dalam Pemantauan dan Penyerahan BSM untuk tiga kabupaten di Jawa Barat, yaitu Karawang, Bekasi dan Purwakarta, merupakan bentuk pengawasan BPK dalam memonitor kepastian penyaluran BSM.
Acara Pemantauan dan Penyerahan BSM di Kantor Bupati Karawang juga dihadiri Bupati Karawang Ade Swara, Anggota Komisi XI DPR RI Ade Komaruddin, Anggota BPK Bahrullah Akbar dan Agus Joko Pramono, Dirjen Pendidikan Dasar Hamid Muhammad dan Dirjen Pendidikan Menengah Achmad Jazzidie. (DM)

Sumber:  http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1922